Saturday, January 7, 2012

Filsafat Pancasila

Pengertian Filsafat Pancasila
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, filsafat merupakan pengetahuan dan menyelidikan dengan akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya.
Pancasila dikatakan sebagai filsafat karena mengandung pandangan, nilai, dan pemikiran pembentukan ideologi Pancasila. Dalam kehidupan sehari-hari filsafat pancasila berperan sebagai pedoman dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan rakyat Indonesia dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurut Notonagoro filsafat pancasila memberi pengetahuan dan penngertian ilmiah yaitu tentang hakikat dari Pancasla.
Pancasila sebagai filsafat berarti mengungkapkan konsep-konsep kebenaran Pancasila yang tidak hanya ditujukan untuk bangsa Indonesia, tetapi  bagi manusia pada umumnya.

Secara Ontologis Pancasila
Secara ontologis, Pancasila sebagai filsafat dimaksudkan sebagai upaya untuk mengetahui hakikat dasar dari sila-sila Pancasila. Pancasila terdiri atas lima sila memiliki satu kesatuan dasar ontologis maksudnya setiap sila bukan merupakan asas yang berdiri sendiri-sendiri.
Manusia merupakan pendukung pokok dari sila-sila Pancasila. Maksudnya pada hakikatnya manusia memiliki hakikat mutlak yaitu monopluralis, atau monodualis sebagai dasar ontologis Pancasila.
Kesesuaian hubungan negara dengan landasan sila-sila Pancasila adalah berupa hubungan sebab-akibat. Yaitu sebagai berikut :
·         Negara sebagai pendukung hubungan, sedangkan Tuhan, manusia, satu,  rakyat, dan adil sebagai pokok pangkal hubungan.
·         Landasan sila-sila Pancasila yaitu Tuhan, manusia, satu, rakyat dan adil adalah sebagai sebab, dan negara adalah sebagai akibat.
Secara Epistemologis Pancasila
Epistemologi adalah cabang filsafat  yang menyelidiki asal, syarat, susunan, metode, ilmu pengetahuan. Epistemologi meneliti sumber pengetahuan, proses dan syarat terjadinya pengetahuan, batas ilmu pengetahuan.
Menurut Titus (1984 : 20) terdapat tiga persoalan yang mendasar dalam epistemologi, yaitu:
·         Tentang sumber pengetahuan manusia
·         Tentang teori kebenaran pengetahuan manusia
·         Tentang watak pengetahuan manusia
Secara epistemologis Pancasila sebagai filsafat yaitu sebagai upaya untuk mencari hakikat Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan.
Sumber pengetahuan Pancasila adalah nilai-nilai yang ada pada bangsa Indonesia sendiri. Sedangkan susunan Pancasila sebagai suatu sistem pengetahuan yaitu Pancasila memiliki susunan yang bersifat formal logis, baik dalam arti susunan sila-sila Pancasila maupun isi arti dari sila-sila Pancasila itu.
Sebagai suatu paham epistemologi, maka Pancasila mendasarkan pada pandangannya bahwa ilmu pengetahuan tidak bebas nilai dalam upaya untuk mendapatkan suatu tingkatan pengetahuan yang mutlak dalam hidup manusia.

Secara Aksiologis Pancasila
Aksiologi adalah teori nilai, yaitu sesuatu yang diinginkan, disukai atau yang baik.  Sila-sila Pancasila sebagai suatu sistem filsafat memiliki satu kesatuan dasar aksiologis, yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila pada hakikatnya juga merupakan suatu kesatuan. Aksiologi Pancasila mengandung arti bahwa kita membahas tentang filsafat nilai Pancasila.
Dalam filsafat Pancasila, terdapat tiga tingkatan nilai, yaitu nilai dasar, nilai instrumental, dan nilai praktis.
·         Nilai-nilai dasar dari Pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan.
·         Nilai instrumental, adalah nilai yang berbentuk norma sosial dan norma hukum yang selanjutnya akan terkristalisasi dalam peraturan dan mekanisme lembaga-lembaga negara.
·         Nilai praktis, adalah nilai yang sesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan. Nilai ini merupakan batu ujian apakah nilai dasar dan nilai instrumental itu benar-benar hidup dalam masyarakat.
Nilai-nilai dalam Pancasila termasuk nilai etik atau nilai moral merupakan nilai dasar yang mendasari nilai intrumental dan selanjutnya mendasari semua aktivitas kehidupan masyarakat, berbansa, dan bernegara.
Secara aksiologis, bangsa Indonesia merupakan pendukung nilai-nilai Pancasila (subscriber of value Pancasila), yaitu bangsa yang berketuhanan, yang berkemanusiaan, yang berpersatuan, yang berkerakyatan dan berkeadilan sosial.

Organisasi Processor


Organisasi Processor terdiri dari :
·         ALU (Arithmatic and Logical Unit) : untuk  melakukan komputasi atau pengolahan data aktual
·         CU(Control Unit) : untuk mengontrol  perpindahan data dan instruksi ke / dariCPU dan  juga mengontrol operasi ALU.
·         Register: memory internal CPU

Hal-hal yang dilakukan CPU :
·         Fetch Instruction(Mengambil instruksi) :CPU membaca instruksi dari memory
·         Interpret Instruction(Menterjemahkan instruksi) : CPU menterjemahkan instruksi untuk menentukan aksi yang diperlukan.
·         Fetch Data (Mengambil data) : eksekusi instruksi mungkin memerlukan pembacaan data dari memory atau dari modul I/O
·         Process Data (Mengolah data) : eksekusi instruksi memerlukan operasi aritmatik atau logika.
·         Write data (Menulis data) :Hasil eksekusi mungkin memerlukan penulisan data ke memory atau ke modul I/O

Organisasi Register

Organisasi register terdiri dari :
·         User Visible register: register yang isinya dapat diketahui oleh pemrogram, register ini juga dapat meminimalkan referensi ke main memory
·         Control and Status register : register yang digunakan olehCU, kontrol operasiCPU dan oleh sistem operasi untuk kontrol eksekusi program.

Siklus Instruksi

Siklus instruksi meliputi subsiklus-subsiklus :
·         Fetch: membaca instruksi berikutnya dari memory ke dalamCPU
·         Execute: Menginterpretasi opcode dan melakukan operasi yang diindikasikan
·         Interrupt: Apabila interrupt diaktif kan dan telah terjadi, maka simpan status proses saat itu dan layani interrupt

Pipelining Instruksi
Pipeline memiliki dua tahapan independen yaitu fetch dan execution.


-          Tahap pertama, mengambil instruksi dan mem-buffer- kannya
-          Ketika tahap kedua bebas, tahapan pertama mengirimkan mengirimkan instruksi yang dibufferkan.
-          Pada saat tahap kedua sedang mengeksekusi instruksi, tahap pertama dapat mengambil dan membufferkan instruksi berikutnya
-          Diharapkan terjadi penggandaan kecepatan eksekusi

Tetapi :
-          Umumnya waktu eksekusi lebih lama dibandingkan dengan waktu pengambilan instruksi
-          Instruksi pencabangan bersyarat membuat alamat instruksi berikutnya yang akan diambil tidak diketahui

Prosesor Pentium
Processor sering disebut sebagai otak dan pusat pengendali computer yang didukung oleh kompunen lainnya. Processor adalah sebuah IC yang mengontrol keseluruhan jalannya sebuah sistem komputer dan digunakan sebagai pusat atau otak dari komputer yang berfungsi untuk melakukan perhitungan dan menjalankan tugas. Processor terletak pada socket yang telah disediakan oleh motherboard, dan dapat diganti dengan processor yang lain asalkan sesuai dengan socket yang ada pada motherboard. Salah satu yang sangat besar pengaruhnya terhadap kecepatan komputer tergantung dari jenis dan kapasitas processor.
Prosesor adalah chip yang sering disebut “Microprosessor” yang sekarang ukurannya sudah mencapai Gigahertz (GHz). Ukuran tersebut adalah hitungan kecepatan prosesor dalam mengolah data atau informasi. Merk prosesor yang banyak beredar dipasatan adalah AMD, Apple, Cyrix VIA, IBM, IDT, dan Intel. Bagian dari Prosesor Bagian terpenting dari prosesor terbagi 3 yaitu :
  • Aritcmatics Logical Unit (ALU)
  • Control Unit (CU)
  • Memory Unit (MU)
Sejarah Perkembangan Mikroprocessor
-          1971 : 4004 Microprocessor                                        
-          1972 : 8008 Microprocessor                                        
-          1974 : 8080 Microprocessor                        
-          1978 : 8086-8088 Microprocessor                             
-          1982 : 286 Microprocessor                                           
-          1985 : Intel386™ Microprocessor                              
-          1989 : Intel486™ DX CPU Microprocessor             
-          1993 : Intel Pentium Processor                                  
-          1995 : Intel Pentium Pro Processor                          
-          1997 : Intel Pentium II Processor                              
-          1998 : Intel Pentium II Xeon Processor                  
-          1999 : Intel Celeron Processor                   
-          1999 : Intel Pentium III Processor             
-          1999 : Intel Pentium III Xeon Processor
-          2000 : Intel Pentium 4 Processor              
-          2001 : Intel Xeon Processor
-          2001 : Intel Itanium Processor
-          2002 : Intel Itanium 2 Processor
-          2003 : Intel Pentium M Processor
-          2004 : Intel E7520/E7320 Chipsets
-          2005 : Intel Pentium D 820/830/840
-          2006 : Intel Core 2 Quad Q6600
-          2004 : Intel Pentium M 735/745/755
-          2006 : Intel Quad-core Xeon X3210/X3220

Reduced Instruction Set Architecture


Rancangan arsitektur CPU yang mengambil dasar filosofi bahwa prosesor dibuat dengan arsitektur yang tidak rumit dengan membatasi jumlah instruksi hanya pada instruksi dasar  yang diperlukan saja. Kata "reduced", berarti pengurangan pada set instruksinya. Rancangan ini berawal dari pertimbangan - pertimbangan dan analisa model perancangan lain yang kompleks, sehingga harus ada pengurangan set instruksinya. 

Pipelining RISC
Pipelining RISC adalah metode untuk meningkatkan kinerja sistem komputer. Instruksi yang bisa dilakukan akan dikerjakan tanpa menunggu instruksi sebelumnya selesai. Sangat baik untuk mengantisipasi waktu tunggu prosesor terhadap kerja komponan lainnya. Pipelining akan lebih mudah diimplementasikan bila set instruksi sederhana dan teratur. Kebanyakan rancangan komputer memiliki panjang set instruksi yang sama sehingga tidak ada masalah dalam hal ini. Hal yang perlu diperhatikan adalah durasi antar set instruksi, karena tidak semua operasi memiliki waktu operasi yang sama. Operasi perpindahan data antar register lebih cepat daripada akses ke memori utama. Keteraturan dan durasi akan sulit diantisipasi bila set instruksi beragam, ada yang sederhana dan ada yang kompleks seperti rancangan CISC. Karena pertimbangan inilah RISC lebih mudah menerapkan pipelining untuk meningkatkan   kinerjanya.   Instruksi - instruksi RISC dibuat sederhana sehingga hampir durasi eksekusi instruksi sama sehingga akan mudah melakukan penjadwalan. Disamping keteraturan instruksi, untuk memperoleh pipelining yang optimal harus dipertimbangkan kecepatan kerja komponen - komponen komputer, penjadwalan instruksi yang tepat dan alokasi register yang dinamis.

Perbedaan RISC dan CISC
Procesor Power PC dari Motorola adalah otak utama komputer Apple Macintosh RISC:
Ø  Macintosh
Ø  SUN
Ø  DEC
Ø  Procesor Intel Pentium sebagai procesor

CISC (Complex Instruction Set Computer)
Perbedaan utama dari keduanya adalah jumlah set instruksi. Mana yang lebih baik antara set instruksi yang sedikit atau banyak ?

Sebagai pembanding adalah :

·         RISC (keluarga PIC12/16CXX dari Microchipdan COP8 buatan National Semiconductor)
·         CICS (68HC11 buatan Motorola dan 80C51dari Intel)


Prosesor Superskalar
Prosesor Superskalar adalah istilah bagi prosesor yang mampu melakukan banyak instruksi setiap siklusnya, dengan menggunakan sebuah teknik yang disebut dengan pipelining.
Prosesor superskalar umumnya menggunakan beberapa unit fungsional, menciptakan jalur paralel di mana berbagai instruksi yang berbeda dapat dieksekusi secara paralel. Dengan pengaturan tersebut, maka dimungkinkan untuk memulai eksekusi beberapa instruksi secara paralel tiap siklus detak. Tentu saja, eksekusi paralel harus mempertahankan kebenaran logikan program, sehingga hasil yang diperoleh harus sama dengan hasil dari eksekusi secara serial.